1. /

Less Sugar Belum Tentu Low GI!

Less Sugar Belum Tentu Low GI!

Source: Dr. Andrew Octovianus Wijaya
Editor: Danastry Intan

Saat ini, banyak orang mulai lebih sadar untuk mengurangi konsumsi gula. Pilihan seperti “less sugar”, “less sweet”, atau “zero sugar” sering dianggap otomatis lebih sehat. Padahal, less sugar belum tentu Low GI. Inilah salah satu miskonsepsi yang dibahas dalam video YAVA bersama Melliana, nutritionist, tentang perbedaan penting antara kandungan gula dan dampaknya terhadap gula darah. (YouTube)

Secara sederhana, less sugar berarti secara kuantitas kandungan gulanya lebih sedikit dibandingkan produk biasa. Namun, hal ini tidak selalu menunjukkan bagaimana makanan atau minuman tersebut diproses oleh tubuh. Sebuah produk bisa saja rendah gula, tetapi tetap mengandung karbohidrat atau bahan lain yang cepat diubah menjadi glukosa. Bahan makanan ini tetap bisa menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat dan memicu insulin spike, yang akhirnya menyebabkan tubuh terasa lemas dan lapar. Kasuya, N., Ohta, S., Takanami, Y., et al. (2015). Effect of low glycemic index food and postprandial exercise on blood glucose level, oxidative stress and antioxidant capacity. Experimental and Therapeutic Medicine.

Sementara itu, Low GI atau Low Glycemic Index berhubungan dengan seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat dapat menaikkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Makanan dengan GI rendah cenderung dicerna lebih perlahan, sehingga kenaikan gula darah terjadi lebih stabil. Yu, Y.-T., Fu, Y.-H., Chen, Y.-H., Fang, Y.-W., & Tsai, M.-H. (2025). Effect of dietary glycemic index on insulin resistance in adults without diabetes mellitus: a systematic review and meta-analysis

Karena itu, saat memilih makanan atau camilan, jangan hanya melihat klaim “less sugar” di kemasan. Perhatikan juga komposisi, sumber pemanis, kandungan serat, protein, serta jenis karbohidrat yang digunakan. Semua faktor ini dapat memengaruhi rasa kenyang, energi, dan respons gula darah tubuh.

Di tengah aktivitas yang padat, tubuh membutuhkan asupan yang bukan hanya enak, tetapi juga membantu energi tetap stabil. Prinsip ini sejalan dengan YAVA yang menggunakan Gula Lontar dengan indeks glikemik lebih rendah, sehingga bisa menjadi pilihan camilan yang lebih bijak untuk menemani hari.

Jadi, mulai sekarang jangan mudah terkecoh. Less sugar itu baik, tapi Low GI memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang bagaimana makanan bekerja di tubuh. Pilihan kecil yang tepat bisa membantu tubuh terasa lebih seimbang, aktif, dan siap menjalani hari.

YAVA - Banyak Pilihan untuk menikmati YA’Bar, Granola, Bars, Cashews, Popcorn, Puffs.

Bagikan :